Minggu, 8 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
teeyafashion.comteeyafashion.com
teeyafashion.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Kenapa Barang Kulit Cepat Rusak Kalau Disimpan Ter...

Kenapa Barang Kulit Cepat Rusak Kalau Disimpan Terus di Lemari?

Banyak pensiunan menyimpan tas dan sepatu kulit bertahun-tahun di lemari. Ternyata itu justru bikin kulit cepat rusak. Ini penjelasannya.

Kenapa Barang Kulit Cepat Rusak Kalau Disimpan Terus di Lemari?

Beberapa minggu lalu, seorang tetangga saya—pensiunan guru, usianya sudah lewat 60—datang membawa tas kulit kesayangannya. Katanya tas itu ia simpan rapi di lemari sejak pensiun, jarang dipakai karena sudah tidak ke kantor. Eh, waktu dibuka, kulitnya retak-retak dan ada bercak putih seperti jamur. Dia kaget. "Kan sudah saya simpan biar awet," ujarnya.

Nah, kejadian ini sebenarnya bukan hal aneh. Justru sering banget saya dengar dari teman-teman yang sudah masuk masa pensiun. Mereka pikir barang kulit itu awet kalau disimpan. Padahal kenyataannya sering kebalikannya. Jadi tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul soal merawat barang kulit, tas, dan sepatu—khususnya buat kamu yang sekarang lebih banyak di rumah dan jarang keluar.

Kenapa Barang Kulit Malah Rusak Kalau Jarang Dipakai?

Ini pertanyaan nomor satu yang paling sering muncul. Jawabannya sederhana: kulit itu butuh "napas" dan butuh lembap alami dari minyak tubuh serta gesekan saat dipakai. Kalau tas atau sepatu kulit disimpan berbulan-bulan tanpa disentuh, kulit jadi kering. Kering itu awal dari retak.

Baca juga: Beli BBM tapi Tangki Kosong, Ini Duduk Perkaranya

Selain itu, lemari yang lembap—apalagi kalau di rumah ada dinding yang sering basah atau lemari rapat tanpa sirkulasi—bikin jamur gampang tumbuh. Saya pernah lihat dompet kulit teman yang berjamur cuma karena disimpan di laci bawah yang dekat lantai. Jadi bukan karena dipakai, tapi justru karena tidak dipakai.

Kulit itu seperti kulit kita sendiri. Kalau tidak dirawat, tidak dilembapkan, dia kering dan pecah-pecah.

Solusinya? Pakai bergantian. Kalau punya dua tas, rotasi. Minimal sebulan sekali keluarkan dari lemari, angin-anginkan sebentar, lalu lap dengan kain lembut. Jangan simpan dalam plastik rapat karena plastik memerangkap uap air.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Merawat Kulit di Rumah?

Kabar baiknya, kamu tidak perlu beli macam-macam produk mahal. Saya sendiri cukup pakai empat benda sederhana yang harganya tidak sampai seratus ribu semua:

  • Kain microfiber atau kain katun lembut—untuk mengelap debu. Jangan pakai kain kasar atau tisu dapur karena bisa meninggalkan goresan halus.
  • Conditioner kulit atau leather balm—ini yang bikin kulit tidak kering. Cukup yang kecil, karena pemakaiannya sedikit.
  • Sikat lembut—untuk membersihkan sela-sela jahitan tas atau sepatu.
  • Silica gel—masukkan ke dalam tas saat disimpan supaya lembapnya terserap.

Kalau mau lebih hemat lagi, ada yang pakai minyak kelapa sedikit untuk kulit sapi, tapi saya pribadi kurang saranin buat pemula. Takarannya susah, dan kalau kebanyakan malah bikin kulit berminyak dan menarik debu. Mending pakai produk khusus yang jelas.

Gimana Urutan Merawat Tas dan Sepatu Kulit yang Benar?

Banyak yang bingung, bersihin dulu atau kasih conditioner dulu? Urutannya begini: bersihkan dulu, baru rawat.

Langkah untuk tas kulit

Pertama, kosongkan isi tas. Keluarkan semua barang, termasuk kantong-kantong kecil di dalam. Lalu balik bagian dalamnya dan buang remah-remah atau debu. Setelah itu, lap bagian luar dengan kain lembap—bukan basah—supaya debu dan noda ringan terangkat.

Kalau sudah kering, ambil conditioner secukupnya di ujung jari atau kain. Oleskan merata dengan gerakan memutar pelan. Jangan banyak-banyak, cukup tipis. Diamkan beberapa menit sampai meresap, lalu lap sisa yang masih menempel dengan kain bersih. Terakhir, masukkan silica gel dan simpan di dust bag—bukan plastik.

Langkah untuk sepatu kulit

Sepatu sedikit beda karena bagian sol dan bagian atas butuh perlakuan berbeda. Lepas tali, bersihkan debu dengan sikat lembut. Untuk noda membandel di sol karet, boleh pakai sikat gigi bekas dengan air sabun sedikit. Tapi hati-hati, jangan sampai air kena bagian kulit terlalu banyak.

Setelah kering, oleskan conditioner tipis-tipis ke seluruh permukaan kulit. Kalau sepatu sering kena hujan, sebaiknya pakai produk pelindung air sebelum dipakai. Dan yang paling penting: jangan jemur sepatu kulit di bawah matahari langsung. Itu bikin kulit mengeras dan retak. Keringkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara bagus, dan isi bagian dalam sepatu dengan kertas koran atau shoe tree supaya bentuknya tidak penyok.

Seberapa Sering Sih Harus Dirawat?

Ini juga sering ditanyakan. Jawaban saya: tergantung seberapa sering dipakai. Kalau tas dipakai tiap hari, bersihkan debu seminggu sekali dan kasih conditioner sebulan sekali. Kalau jarang dipakai—seperti kondisi banyak pensiunan—cukup dua sampai tiga bulan sekali, tapi tetap keluarkan dari lemari tiap bulan untuk diangin-anginkan.

Untuk sepatu, kalau dipakai ke acara atau kondangan sesekali, rawat setelah dipakai lalu simpan. Kalau memang lama tidak dipakai, cek tiap dua bulan. Jangan menunggu sampai kelihatan retak baru dirawat—itu sudah telat.

Saya sendiri punya pengalaman kurang enak soal ini. Dulu saya simpan sepatu kulit formal di kardus, di atas lemari, selama hampir setahun. Waktu mau dipakai ke acara keluarga, solnya masih bagus tapi bagian atasnya sudah kusam dan ada lipatan keras yang tidak bisa hilang. Sejak itu saya kapok. Sekarang sepatu selalu saya isi koran dan saya keluarkan tiap bulan, walau cuma untuk dielus dan diangin-anginkan sebentar.

Intinya, barang kulit itu bukan barang yang cocok "disimpan baik-baik lalu dilupakan". Dia justru butuh disentuh, dipakai bergantian, dan dirawat rutin. Kalau kamu baru mulai, tidak perlu langsung sempurna. Mulai dari keluarkan tas dan sepatu dari lemari bulan ini, lap debunya, kasih conditioner tipis. Lama-lama jadi kebiasaan yang menenangkan, kok. Malah sering jadi momen saya untuk bernostalgia—mengingat tas ini dibeli waktu acara apa, sepatu itu dipakai ke pernikahan siapa. Barang kulit yang terawat memang menyimpan cerita, dan itu salah satu alasan saya betah merawatnya sampai sekarang.

Tags: perawatan kulit tas kulit sepatu kulit pensiunan tips fashion